• Home
  • About
twitter instagram Email

CONFINEMENT



I used to have a locked place designed only for two and there were people going in and out, knocking the door and closing the room.

I let them.

I let you.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Mata Salsa masih setengah tertutup ketika ia menjerang air di ketel; baru sepenuhnya terbuka ketika ia membuka lemari dan tidak mendapati gelas bersih. Ia menghela napas dan mengedarkan pandangan ke penjuru apartemennya. Pantas saja; satu gelas bertengger di bagian lengan sofa (posisi yang berbahaya, ia tahu; ia juga bingung bagaimana gelas itu bisa belum jatuh juga), satu gelas lain ada di meja kerjanya, dan satu lagi di atas kulkas. Ketiganya, ia sudah tahu tanpa perlu melihat, berisi ampas kopi pagi tiga hari kemarin. Rasa-rasanya ampas di gelas di atas kulkas sudah siap jadi tempat tumbuh jamur. Salsa tidak peduli; bentuk kehidupan di masa-masa penuh kematian, sehina apapun, harus diapresiasi.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments

  hari ini aku pulang tapi aku lupa bahwa
  aku meninggalkan kunciku di jakarta, tapi
  biarkan saja, akan kutitipkan pada burung merpati
  jurusan jakarta-sumedang
  semoga ia tahu jalanku pulang

  tempat pulangku ada di lantai dua puluh satu
  seingatku baunya seperti rindu

  dan tahu kau apa yang dibawa rindu?
  sendu

  tiga hari kemudian si merpati datang
  membawa kunci di paruhnya lalu mematuk sayang
  aku juga bawa surat dari jakarta, ia bilang
  isinya rindu banyak orang

  dan tahu kau apa yang datang bersama rindu?
  sendu




  tapi bau jakarta tidak harum seperti rindu
  senyumnya terlalu abu-abu dan langitnya palsu
  tapi aku ingat bahwa
  pintu jakarta selalu terbuka
  jadi tanpa kunci pun tidak apa-apa

                           lalu rumahku yang mana?
                                  tanyaku pada kurir kecil di ambang jendela

      ia patuk lagi lenganku dengan sayang


                                                       lalu ia terbang





Jatinangor, 6 Maret 2019
ζ


------------------------------------------------------
(a small part of) Kuala Lumpur skyline
taken with Lenovo S850 on 23/02/2019
edited with VSCO
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
hal yang saya sadari setelah menulis lima episode di belakang adalah bahwa di belakang menjadi hal yang paling menantang; hal yang harus saya terjang setelah asik menulis puisi atau prosa yang lebih bebas. ketika menulis di belakang, saya harus dalam keadaan sadar secara penuh, karena sulit bagi saya menahan diri untuk mengungkapkan proses berpikir dan merasa terlalu banyak ketika menulis untuk publik.

di belakang jadi jauh lebih membingungkan ketika puisi atau prosanya tidak didasarkan kepada hal yang kompleks dan bisa diceritakan (lihat: layang-layang dan di belakang ep.5). begitu pula dengan ampas. apa yang saya bisa katakan lebih jauh ketika inspirasi ampas datang hanya dari ketika saya benar-benar kehabisan gelas untuk menyeduh kopi pagi, dan saya senang sekali melihat gumpalan ampas kopi di bak cuci? sedangkan bagian kedua dari ampas adalah murni sebuah adegan fiksi?




karena kebingungan-kebingungan ini, maka lahirlah seri baru; sebuah lawan dari di belakang: baik dalam segi fiksi-nonfiksi, maupun segi proses berpikirnya. saya sebut ini sebagai "ke depan".

jika di belakang lebih menyerupai esai personal yang menceritakan proses berpikir dan merasa sebelum karya saya lahir, ke depan adalah karya yang merupakan interpretasi selanjutnya dari karya yang sudah ada. dan karena saya memiliki bekal kelas menulis delapan pertemuan di awal tahun 2017, interpretasi baru dari karya saya sendiri akan saya bentuk sebagai cerita pendek.
sejujurnya, saya belum banyak mencari kesempatan menulis cerpen. pun setelah membuat dua cerpen dalam dua tahun terakhir, saya masih merasa cerpen adalah hal yang sulit dan baru bagi saya. masalah menahan diri untuk tidak bertele-tele dan mengemas konsep dalam jumlah kata yang terbatas adalah kesulitan yang paling terasa. tapi, tidak ada salahnya untuk mulai belajar (lagi), yang saya mulai lewat ke depan.

semoga ke depan bisa menjadi langkah yang lebih mudah diambil. toh, manusia pada hakikatnya akan bergerak maju, bukan terus-terusan melihat masa lalu.

cheers,
ζ



---------------------------------------------------
flock of birds of Mecca
taken with Lenovo S850 on 30/12/2017
edited with VSCO
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
things i've done for the past four months when karunaksara went dormant:
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

pagi ini aku tidak punya gelas bersih
untuk menyeduh kopi

di meja kerja,
di atas kulkas,
di dekat sofa,
wangi dan ampas kopi
bersarang dalam gelas-gelas kotor

air mendidih dua menit lagi
kubilas cepat-cepat ampas dan gelas
agar larut semua carut marut
yang (bisa) terbuang




hari ini aku punya kencan pertama
yang kesekian kali

ke bioskop,
lalu makan siang,
kemudian minum kopi,
agar jantungku berdegup kencang
lalu bisa pura-pura jatuh hati

"terima kasih untuk hari ini"
maaf, tapi aku sudah lupa namamu
sejak makan siang tadi

aku terbiasa membawa hanya satu nama
yang tidak bisa terbuang
sekalipun sudah dilarutkan dalam ampas kopi tadi pagi
di gelas-gelas yang kucuci
tiga hari sekali



Jatinangor, 17 Oktober 2018
ζ


-------------------------------------------------
freshly brewed coffee at @baladcoffee
taken with Lenovo S850 on 17/10/2018
edited with VSCO
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


saya adalah orang yang percaya bahwa tidak ada yang namanya pemberi harapan palsu, yang ada hanya mereka yang terlalu mudah jatuh cinta.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

hello

Zetta, 23

I write, therefore I am.

find me

  • twitter
  • instagram

tags

  • writing (9)
  • di belakang (8)
  • poem (7)
  • a day in life (4)
  • prose (4)
  • english (3)
  • ke depan (2)
  • photo (2)
  • instagram (1)
  • short story (1)

recent posts

archive

  • ▼  2019 (11)
    • ▼  Oct 2019 (1)
      • di belakang: ep. 7 - apa yang harus dilakukan sete...
    • ►  Sep 2019 (1)
    • ►  Aug 2019 (1)
    • ►  Apr 2019 (2)
    • ►  Mar 2019 (4)
    • ►  Feb 2019 (2)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Oct 2018 (2)
    • ►  Sep 2018 (4)
    • ►  Aug 2018 (5)
    • ►  Jul 2018 (3)

this week's favs

  • tinggal
  • di belakang: ep.1 - perang sendiri
  • attempt on being an immortal
  • ke depan: ep. 0
  • di belakang: ep. 0

Created with by ThemeXpose