di belakang: ep.1 - perang sendiri

by - 4:49:00 PM

perang sendiri awalnya diberi judul rumah pengkhianat waktu. ia ditulis di bulan februari tahun ini; sebuah refleksi dari apa yang telah saya hadapi beberapa bulan, bahkan tahun, belakangan: saya menyadari bahwa waktu tidak sepenuhnya berjalan sendiri. ia membawa sekian banyak kewajiban dan tuntutan yang (seharusnya) dituntaskan.

rumah pengkhianat waktu adalah sebuah tempat fiksi sebagai simbol bagi kamar kos saya yang saya tinggali di jatinangor selama lima tahun. sebuah simbol bagi kenyamanan yang semu yang akhirnya membuat saya harus berperang melawan diri sendiri untuk bisa keluar dari kenyamanan tersebut dan menyadarkan diri akan banyaknya waktu yang sudah lewat dan betapa nyatanya hal-hal yang saya harus hadapi.




saya masih berjuang untuk lulus kuliah pada semester saya yang kesebelas. adik-adik tingkat datang dan kakak-kakak tingkat pergi, teman-teman bermain pun hilang dan berganti.

sejujurnya, rasanya tidak selalu buruk. saya belajar untuk menikmati semuanya sendiri.

koridor kos yang biasanya sibuk tiap hari pukul delapan pagi mendadak sepi pada bulan desember dan januari, pun agustus dan juli. kulkas milik bersama di lantai tiga jadi milik sendiri pada bulan-bulan tersebut. gerbang kos yang seharusnya ditutup tiap pukul sebelas malam hanya dibukakan untuk saya yang sering kelayapan sampai pagi. kecepatan internet menjadi semakin ideal untuk menonton puluhan video dalam daftar saya, mengabaikan deadline-deadline skripsi yang harus dikerjakan dan pertemuan dengan dosen yang dibatalkan.

saya sangat sadar dengan betapa cepatnya waktu berlari saat saya hanya berjalan santai untuk pergi membeli bahan makanan minggu ini (biasanya hanya terdiri dari mi instan dan biskuit). tapi sepi, tidak seperti sunyi, membuat lupa akan waktu. saya tidak benar-benar ingat apakah bahan makanan minggu ini benar habis dalam waktu seminggu atau sudah habis dua hari lalu. saya tidak pernah benar-benar ingat apa saya bangun terlalu pagi di hari selasa atau rabu.

baru kemudian saya sadar bahwa selain membuat lupa akan waktu, sepi dan sendiri membuat lupa akan semua urusan yang seharusnya saya selesaikan saat waktu sedang sibuk berjalan.

saya masih berjuang untuk lulus kuliah pada semester saya yang kesebelas. adik-adik tingkat datang dan kakak-kakak tingkat pergi, teman-teman bermain pun hilang dan berganti.

ternyata, rasanya seburuk ini. saya hampir kehilangan diri sendiri.

-

sekitar bulan oktober, saya akhirnya memulai kembali skripsi saya yang saya abaikan hampir setahun. bulan desember dan januari kemudian menjadi bulan-bulan terberat bagi saya dan kesehatan mental saya. kemudian februari hingga bulan ini--terima kasih, tuhan--saya kini sudah mampu menyibukkan diri dengan skripsi dan meramaikan diri dengan menghadirkan teman-teman di sekitar saya setiap hari.

saya terkadang memberi kesempatan untuk menikmati waktu saya menyepi. tapi kini saya tidak lagi hanya bersantai ditawan waktu di rumah saya sendiri, saya kini ikut berperang.

semoga kalian tidak dikhianati waktu dan diri sendiri, sekarang maupun nanti.


cheers,
ζ



[baca: perang sendiri
----------------------------------------------------------------------------
picture: kamar kos 311
taken with Lenovo S850 on 3/5/2018
edited with KujiCam and Microsoft Office Picture Manager

You May Also Like

1 comments